Biar ku Dengar Bisik Hatimu

Written By Luna Maya on Kamis, 20 September 2018 | 04.48



Hari itu hujan turun tanpa henti, senja yang seharusnya hadir kini digantikan oleh awan hitam. Dari tadi aku berdiri di depan hotel tempatku bekerja, namun karena hujan yang terus siap membasahiku, aku meniatkan diri tuk tetap disini sampai hujan mereda.
TINN TINNN
Klakson mobil pecahkan lamunanku, ku lirik kaca mobil yang perlahan terbuka secara otomatis. Aku terbelangak terkejut ketika mendapati sosok muda pemilik hotel tempat ku bekerja, Deka Mahesa itu lah namanya. Aku yang kala itu tidak membawa payung, tak dapat menolak penawaran Deka tuk mengantar ku pulang. Lagi pula benar kata Deka, hujan sederas ini akan lama berhenti. Mungkin karena ia mengenali aku sebagai teman SMA-nya, jadi dia tidak ragu menawarkan tumpangan untuk ku. Jujur saja, aku sedikit canggung berada di samping laki-laki yang pernah aku idolakan saat SMA. Aku mencoba mejadi diriku sendiri untuk menutupi sikapku yang salah tingkah.

Mobil terus melaju, obrolan kami pun terdengar santai walau sebenarnya dia adalah atasanku. Aku mulai menyesuaikan diri dengan baik, ini terbukti dari tawa kami yang terpecah sepanjang perjalanan. Ternyata Deka berhati beku adalah manusia juga, aku kira di raut tampannya yang selalu serius tak akan pernah tersungging senyum, namun dengan candaan yang ku berikan, ia tak mampu menolak tawanya sampai terpingkal-pingkal.
Sejak itu kami mulai dekat, walaupun sibuk, ia selalu menyempatkan diri mengajakku jalan-jalan. Kencan dengan orang yang super sibuk tentunya harus banyak bersabar. Kadang kami hanya memiliki satu jam atau bahkan hanya tiga puluh menit untuk melewati waktu bersama. Pertemuan kami jarang sekali. Namun tetap tak mengurungkan niatku tuk tetap di sisinya. Sebenarnya satu tahun pendekatan kami tidak pernah ada kata “aku mencintaimu” atau “mau gak kamu jadi pacar aku?” justru ia mengatakan “kita menikah saja” secara tiba-tiba di suatu malam ketika kami sedang menikmati bintang di bangku taman yang tak jauh dari hotel tempatku bekerja. Ketika ia mengatakan itu, aku hanya tertawa geli, menganggap hanya sebuah candaan kosong. Tawaku perlahan mulai mereda saat ku sadari tak ada tawa balasan darinya, justru yang ku dapati adalah raut Deka yang begitu serius menatapku, tak tunjukkan sedikit pun bahwa itu sebuah omong kosong. Aku menghela napas perlahan, memegang tangannya dan mulai menjelaskan pernikahan bukanlah hal mudah, lagi pula kami tidak sepeti sepasang kekasih, lebih tepatnya terlihat hanya sekedar teman. Walau sebenarnya sangat menyukainya, namun menikah bukanlah sutau hal yang pantas dijadikan lulucon dan ini sama sekali tidak lah lucu.
Setelah selesai menjelaskan semuanya padanya, Deka langsung menarik lenganku tuk mengikuti langkahnya yang memasuki ke dalam mobil dan segera di lajukannya menuju rumahku. Dengan tetap memegangi tanganku, kami duduk berdampingan di ruang tengah rumahku dengan tatapan mata tak percaya dari ayah dan ibu ketika Deka datang melamarku di malam itu juga. Tekad Deka yang sudah bulat, membuat ayah dan ibu tak mampu menolak. Walau pun ditolak, ayah dan ibu yakin jika ia akan tetap bersi kukuh.
Hanya membutuh kan waktu satu minggu semuanya sudah siap. Gaun pengantin, cincin pernikahan, bahkan rumah berserta perlengkapannya, itu semua aku sendiri yang memilih. Deka terlalu sibuk sampai hal yang akan kami berdua jadikan sebagai penempuhan hidup baru pun, ia tak sempat luangkan waktu.

Hari itu tiba, hari dimana melepas hari-hari sendiri untuk meraih hari-hari bersama. Tanpa kata cinta, kami menyatukan kehidupan kami. Berjanji tuk saling bersama, saling mengerti, saling menemani. Semua janji itu tidak menjadikan hatiku meragu walalu tak pernah terdengar kata sayang untukku darinya justru cintaku padanya lah yang ku jadikan sebagai pondasi hidup baru kami.
Teman-teman yang mengunjungi pernikahan kami, masih terbelangak tak percaya bahwa Aku, Gesila Permata adalah wanita yang dipilih Deka Mahesa sebagai teman hidupnya, akan selalu berada di sisinya. aku berjanji bahwa kami akan bahagia, sekalipun aku tidaklah secantik wanita-wanita lain yang mengejarnya, namun dengan ketulusanku, aku yakin aku mampu tuk membuat air matanya tetap terjaga, tak pernah terjatuh, karena aku sadar satu senyum saja yang menggores di bibirnya, itu sangat berarti bagi ku.
……

Setelah dua hari pernikahan, kami langsung pindah ke apertemen yang ku pilih sebagai rumah baru kami. Sengaja ku pilih apertemen ini, karena letaknya yang tak jauh dari hotel milik Deka, sehingga Deka tidak terlalu lelah untuk memenuhi harinya yang selalu terpadati kegiatan.
Tidak ada kata bulan madu pada pasangan pengantin baru Deka Mahesa dan Gesila Permata. Hari pertama pindah rumah pun Deka langsung masuk kerja, aku mengerti karena ia memang sibuk.

Setiap hari Deka selalu masuk kerja bahkan dihari minggu. Sedangkan aku? Sejak menikah aku sudah berhenti kerja dan memutuskan untuk menjadi istri yang baik. Melakukan segala urusan rumah tangga sendiri tanpa bantuan pembantu itu adalah keputusanku, karena aku ingin semua benda yang terletak di rumah kami itu terjejaki bekas tanganku, bukan orang lain.
Rumah yang tidak terlalu besar ini selalu terasa begitu luas karena Deka yang tak pernah absen untuk meninggalkanku. Setiap hari Deka pergi pagi-pagi sekali lalu pulang larut malam. Deka jarang sekali menemaniku makan malam di rumah, mungkin hanya tiga kali dalam seminggu kami makan malam bersama.
Tiga bulan setelah menikah, aku masih selalu menunggunya yang pulang kerja walau sampai tenagh malam. Selalu ku tahan lapar, hanya untuk sekedar makan bersamanya. Hari demi hari Deka semakin sibuk, walau ku tau bahwa ia sedang mengejar proyek besar, tapi tetap semuanya membuat aku jenuh. Deka semakin giat bekerja sehingga ia lebih sering pulang malam. Aku yang lelah menahan lapar dan menunggunya pulang larut, memutuskan untuk menyadijakan lauk makan malam yang dimasukan ke dalam lemari penghangat bersama catatan kecil yang tak pernah lupa ku percikan kata sayang.

Hari ini pulang larut lagi? Selamat makan ya
Kamu baca ini pasti aku udah tidur

Aku cinta kamu, pokoknya lebih cinta dari hari kemarin

Begitulah kata-kata dalam catatan kecil yang ku lekatkan di tubuh lemari penghangat. Aku tidak pernah lupa mengatakan aku cinta kamu pada suamiku, entah di dalam tulisan atau ku ucapkan langsung di setiap pagi ketika ku lihat sosoknya pertama kali di hari yang baru. Sedikit aneh, Deka tidak pernah menjawab ucapan cinta ku. Sampai enam bulan kami menikah, namun tak pernah terdengar ia mengucapkan cinta untuk ku, sekalipun itu hanya sekedar bisikan kecil.
……
Hari kelahiran ku tiba, ini adalah ulang tahun pertama yang ku lewati saat aku memiliki suami. Untuk pertama kalinya aku akan merasakan seperti istri-istri lain yang di perlakukan manis oleh suaminya. Sikap dingin yang dimiliki suamiku memang tidak pernah hilang sejak pertama kali bertemu sampai detik ini, karena itu lah ia tidak menyiapkan apa-apa. Tapi tenang saja! ini sama sekali bukan masalah! Aku akan menyiapkan semuanya. Makanan super lezat dengan tataan lilin dan balon telah ku siapkan semua.
Ya aku akan pulan cepat, kata itu saja sudah cukup membuatku senang seperti yang ia kirimkan lewat SMS ke hand phone ku tadi. Cukup dengan kehadirannya saja, mala mini akan terasa sempurna.

Bel berdenting tanda kepulangan Deka, segera ku bukakan pintu rumah untuknya. Baru saja ku lihat sosoknya, aku sudah menyondongkan tubuhku untuk mendekap Deka. Tapi ku hentikan, saat aku sadar banyak orang-orang di belakang Deka yang menyusul langkah memasuki rumah kami.
Yah… padahal aku cuma mau ngerayain ini berduaan aja tapi ternyata Deka bawa teman-teman kantornya, keluh hatiku ketika Deka mengatakan tidak dapat menolak permintaan teman-teman yang memang ingin ikut bergabung sekaligus untuk melihat aku. Aku kenal semua teman Deka, jadi menyusaikan diri tidak begitu sulit walau kami tidak terlalu dekat. Namun, di antara teman-temannya yang hadir hanya satu yang rautnya tampak asing. Sebenarnya wanita ini memliliki mata yang indah, tapi entah mengapa mata itu menjadi menakutkan karena ia tajamkan untuk menatapku.Keyna, itu lah namanya yang ku dapati dari Deka, dia adalah asisten baru Deka yang menggantikan pak Niko yang baru saja berhenti dua minggu yang lalu. Deka juga pernah bercerita tentang asisten barunya itu, ku kira dengan bekal cerita dari Deka aku bisa lebih akrab dengan Keyna. Namun sayang, tampaknya Keyna tidak tertarik untuk itu, justru ia lebih memilih untuk menatapku penuh ketidak sukaan. Selama makan malam bersama canda gurau tak pernah terlepas di antara kami semua, kami tertawa, tapi tidak hatiku. Hatiku terus gelisah dengan kehadiran Keyna, wanita cantik itu selalu memanjakan nadanya ketika berbicara dengan suamiku. Matanya selalu menatap dalam ketika melirik suamiku, seakan Keyna enggan membiarkan bayangnya hilang di pantulan bola mata Deka. Aku mencoba menepis segala pikiran buruk yang mampu menguasai kegelisahanku, namun tetap saja. Tetap saja aku merasakan ia yang ingin memiliki Deka.

……

Semakin hari Deka semakin sibuk dan aku pun harus semakin memahaminya. Makan malam bersama hampir tidak pernah lagi. Di hari minggu pun selalu masuk kerja. Bukannya tidak mempercaayainya, namun sejak kedatangan Keyna sebagai asistennya, ia sedikit berbeda. Lebih jarang di rumah, lebih sering pulang larut bahkan pernah pulang sampai menjelang pagi. Tidak jarang pula Keyna pulang bersama suamiku, walau tidak pernah melihatnya secara langsung tapi Deka selalu bercerita.

Akhirnya setelah berbulan-bulan hari minggu tanpa Deka, kini ia meliburkan diri untuk menemaniku di rumah. Seperti biasa pagi-pagi sarapan sudah siap atas meja ruang makan, Deka selalu melahap habis masakanku. Aku sedikit memanjakan diri dengannya, entah mengapa aku sangat merindukannya. Walaupun bertemu tiap hari, tapi aku merasa hari ini hari pertemuan kami setelah sekian lama berpisah. Mungkin karena, meski tinggal di satu rumah tapi kami jarang merasakan kehadiran satu sama lain. Betapa tidak, kami hanya bertemu di pagi hari ketika sarapan bersama setelah itu Deka akan pergi bekerja sampai larut ketika aku sudah tertidur lalu bertemu pagi lagi dan selanjutnya pun begitu. Kami hanya memliliki satu di antara dua puluh empat jam yang di miliki sang waktu disetiap harinya. Itu lah alasan aku merindukannya, sangat merindu.

Aku berharap hari minggu ini, waktu akan berjalan dengan lambat. Karena jika esok tiba, itu tandanya Deka yang super sibuk pun akan kembali lagi. Deka memilah milih tayangan di televisi yang tampaknya belum ditemukan tanyangan yang menurutnya menarik. Segera ku temani dia yang menyibukkan jemarinya untuk menekan tombol-tombol remot televisi. Baru saja aku mendudukan diri di sampingnya, namun tiba-tiba Deka mematikan televisinya. Aku terkejut, ku kira aku melakukan suatu kesalahan hingga ia enggan bersampingan denganku. Sesaat ku lihat Deka yang mulai tersenyum tipis dan tanpa kata langsung membaringkan kepalanya di pahaku. Aku tertawa kecil ketika ku terima kembali sikap majanya yang sudah lama hilang. Ku hentakan jemari di dadanya seiring menyanyikan lagu cinta kami berdua. Deka memejamkan matanya seakan menikmati rebahannya bersama tiap alunan nada yang menyelusupi hatinya. Dengan hangat Deka menarik tanagnku dan di letakannya di kepalanya. Aku yang sudah mengerti itu, segera mengusap-usapkan tanganku dengan halus di keningnya. Mendadak Deka menarik tanganku dengan erat membuat wajahku tercondong ke bawah capai mendekati wajah manis suamiku ini. Wajah kami saling berdekatan. Mata Deka yang senula terpejam kini terbuka dengan sorotan dalam yang membuat hatiku bergetar. Dengan perlahan Deka menggengam erat tanganku, ia memejamkan matanya dan semakin mendekatkan wajahnya dengan sangat pelan sampai napas hangatnya membentur pipiku. Kurasakan hidung kami yang bersentuhan dan…..

TING TONG TING TONG
Denting bel pecahkan semuanya. Deka yang semula duduk di sampingku, kini justru beralih membukakan pintu. Aku mendengus kesal dengan gerutuan batinku.
Siapa sih ganggu aja! Bisik sebalku yang semakin menjadi ketika melihat Keyna yang datang. Deka menyambut hangat kedatangannya, berbeda denganku yang justru berharap Keyna cepat pergi. Tapi ternyata Keyna keluar dari rumah kami tidak sendirian, ia membawa Deka dengan alasan pekerjaan. Deka tidak dapat menolak karena pekerjaan ini berkaian dengan proyek besar yang sedari dulu ia incar. Dengan ketidak relaan aku melepas kepergian Deka yang lagi dan lagi meninggalkan aku sendiri di rumah. Aku mengantar mereka yang mulai melangkahkan kaki keluar, dari kejauhan aku memperhatikan punggung mereka yang semakin menjauh. Ku kernyitkan dahi ketika melihat Keyna mengok kebelakang dan menatapku dengan sunggingan senyum meremehkan. Seakan senyum itu mengatakan aku akan mengambilnya !
……
Sejak hari itu, Keyna semakin sering datang ke rumah kami. Ia juga tidak jarang menjumput suamiku di hari minggu dengan alasan pekerjaan. Seperti hari minggu lalu, Keyna datang tiba-tiba di pagi hari. Ia mengatakan ada pekerjaan mendadak yang harus Deka selesaikan dengan raut yang panik, Ya…. Pada intinya adalah dia menjumput suamiku. Karena kesal aku pun menarik tangan Deka yang hendak pergi keluar rumah. Aku menatap matanya dalam dan katakana “jangan pergi…”. Silih berganti Deka melihat rautku dan Keyna, karena wajah Keyna demakin panik seakan tunjukan masalah besar, tanpa terduga sedikitpun di hatiku Deka menepis genggamanku. Aku mencoba menahannya lagi, kali ini ku genggam lebih erat dari yang sebelumnya. Namun hanya bentakan hebat yang ku terima dari bibir pendiam Deka. Deka mengatakan aku yang tidak mengerti akan posisinya., aku yang tidak mengerti bahwa banyak orang yang membutuhkannya, aku yang tidak mengerti apa yang ia impikan. Untuk pertama kalinya suara Deka bergema begitu kencang menusuk relungku. Setelah puas Deka pun langsung pergi keluar rumah dengan langkah besar san cepat. Keyna yang melihat kejadian tadi, ia pun tertawa kecil mengejekku dan segera meninggalkan aku untuk menyusul Deka.
Akhir-akhir ini kami sering bertengkar. Kehadiran Keyna sangat membuatku tidak nyaman. Terlebih lagi sering ku dapati catatan panggilan masuk dari Keyna di hand phone Deka. Tak pernah ku tanyakan mereka membicarakan apa selama berteleponan, karena ku tau entah membicarakan soal pekerjaan atau bukan, itu akan tetap membakar hatiku.
Bukan hanya itu, Keyna pun jadi sering datang ke rumah kami untuk makan malam. Kadang datang bersama suamiku, terkadang juga datang bersama teman-teman kantor lainnya. Pernah suatu kali saat kami makan malam bersama, Keyna yang tampak sengaja menimpahkan minuman hingga menggenangi celana suamiku. Dengan sigap Keyana menyeka paha Deka, sambil tersenyum manja Keyna melirik suamiku. Deka sempat menolaknya tapi Keyna bersi keras untuk tetap menyeka. Saat itu aku tidak ada pilihan lain selain menjadi penonton. Lagi pula tidak mungkin aku berceloteh memarahinya dengan kacakan pinggang di depan teman-teman kantor Deka yang hari itu pula datang.
Pernah suatu hari akumengajak Deka berjalan-jalan keluar saat ia meliburkan diri. Ku pilih pantai sebagai tempat kami melepas penat. Ternyata tanpa di duga disana kami bertemu dengan Keyna, dengan sangat terpaksa aku harus merelakan liburan kami seharian dengan kehadiran Keyna yang tidak lepas mengekori kami. Aku tidak ada pilihan lain selain bersabar.
……
Hari demi hari berlalu, sampai kini waktu berpijak tepat pada ulang tahun pernikahan pertama kami. Walau begitu Deka tampak seperti biasa saja. Pagi-pagi ia sudah berangkat ke hotelnya. Melihat sikapnya yang begitu aku tidak menyerah untuk menyiapkan perayaan di hari yang berharga ini. Ini bukan lah hari yang biasa untukku, di tahun lalu, hari ini lahhari yng begitu sempurna di antara hari yang pernah ku miliki. Di tahun lalu, hari ini lah aku memliliki orang yang ku cintai dengan seutuhnya. Dan di tahun lalu, hari ini lah yang menjadi saksi janjiku untuk terus bersamanya. karena itulah aku tidak akan rela jika melewatkan hari ini dengan begitu saja.
Dengan perlahan matahari memasuki tempat peristirahatannya. Warna merah merona senja mulai menyelimuti dunia. Aku yang semula sibuk menyiapkan semuanya, kini mulai bersantai karena persiapan yang sudah matang. Setengah lelah aku senderkan punggungku di sova, ku ambil hand phone ku yang sedari tadi terlentang di atas meja. Baru saja ingin ku telepon Deka untuk menyuruhnya cepat pulang, tiba-tiba ku urungkan saat ku rasa getar dari hand phone ku. Awalnya aku tersenyum ku kira itu SMS dari Deka, namun perlahan senyumku menciut kecil saat ku sadari pengirmnya adalah Keyna.
Jangan harap suami kamu akan pulang malam ini!
Begitu lah isi SMS dari Keyna yang membuat ketenangan hatiku bergerumuh tak terkira. Terbesit akan rasa cemas yang hampir menguasi jiwaku, tentang Deka. Tergelincir pikiran buruk akan hubungan Deka dan Keyna yang yang mungkin kini sudah semakin menjadi. Tanpa kata, aku pun langsung mengambil hand phone dan kunci mobil dan segera menderukan mesin untuk melintasi jalan ke hotel Deka.
……
Langkah kakiku mulai memasuki Hotel Deka. Sebelum aku menemui Deka di ruangannya, aku terlebih dahulu terpacu ke kamar mandi. Ku hidupkan air dank u usapkan pada wajahku. Sejenak ku tatap rautku yang terpantul dalam cermin. Perlahan ku hela napas dan hembuskan, ku lakukan itu berulang-ulang tuk tenangkan diri sebelum menemui Deka. Mungkin saja hari ini akan terjadi hal yang memang tidak pernah ku harapkan, seperti terbuktinya perselingkuhan Deka dan Keyna. Belum selesai aku menenangkan diri, tiba-tiba saja tatapanku terpacu pada cermin yang menampilkan wajah Keyna. Sontak aku langsung menghadap ke belakang kea rah rupanya berada. Perlahan Keyna mendekatiku dan memasangkan wajahnya dekat dengan wajahku. Ia menajamkan tatapannya tepat di mataku. Senyum sinis tergenilcir dari bibir tipis yang di miliki Keyna, dengan menikmatinya Keyna mulai berbisik kecil nan sinis padaku.
“kayanya suami kamu lebih senang sibuk di kantor bersamaku daripada santai di rumah bersama istri membosankan kaya kamu”
Langsung ku dorong tubuh Keyna yang semakin membuat tubuhku termundur-mundur. Kata-kata yang baru ioa lontarkan, sungguh lah tidak pantas. Bagaimana pun aku adalah istri atasannya, ia tidak patutu bersikap tanpa etika seperti ini denganku.
“apa maksud kamu?” Bentakku pada Keyna yang mulai mendtabilkan pijakannya karena doronganku tadi.
“udah jelaskan tadi apa yang aku bilang? Nyatanya suami kamu lebih senang bersama aku daripada sam istrinya sendiri. Jadi jangan harap suami kamu pulang malam ini”
“oke! Aku akan buktiin ke kamu kalau dia pasti akan lebih milih aku, istrinya! Kalau hari ini aku berhasil bawa dia pulang, itu tandanya kamu kalah! Kamu harus berhenti dari perusahaan ini dan jauhin suami aku!”
“tapi kalau kamu kalah” tuding Keyna padaku
“aku akan biarin kamu buat memiliki Deka”
Sesaat Susana hening mengunci kami. Ku lirik Keyna yang menarik setengah senyum dari bibirnya. Keyna menatap aku dari ujung kaki sampai wajahku, dengan kernyitan dahi ia terus melihat rupaku yang memang tak akan sebanding dengannya.
“oke! Setuju! Oya… bersiaplah untuk kalah” dengan penuh percaya diri Keyna mengucapkan itu, aku yang muak langsung keluar dari sana bermaksud untuk melajukan kaki ku ke ruangan Deka. Namun, langkahku terhenti ketika ku dapati sosok suami ku itu yang sedang menyelusuri lobi bersama beberapa rekan kerjanya. Sontak ku panggil namanya dan menghampirinya. Sesaat ku lihat Keyna yang ada di belakang sedang memperhatikan ku. Karena terasa sedang berduel, tanpa pikir panjang aku langsung mengajak Deka pulang bersama kepercayaan ku ia akan memilihku di banding segalanya
“ayo, kita pulang!”
“hah?” Deka justru heran mendengar ajakanku. Aku mulai menggenggam tangan Deka namun Deka melepaskannya dengan perlahan “kamu kenapa sih?” Tanya Deka yang mencoba memastikan keadaanku
“aku mau kamu pulang! Aku gak suka kamu disini!”
“tapi aku bentar lagi ada rapat penting, rapat tentang proyek besar yang pernah aku certain ke kamu”
Seiring penjelasan Deka, ku lirik ke arah Keyna yang tersenyum kecil seakan menegejek kekalahan yang akan segera menghampiriku.
“tapi Deka…”
“rapat ini nentuin aku berhasil atau gak dapati proyek besar itu, kamu harus belajar buat memahami aku”
Tertegun ku dengan ucapannya yang keluar dari bibir manis milik Deka. Hanya ku tatap Deka yang kemudian di hampiri Keyna. Seiring langkah Keyna yang mendekati Deka, tiba-tiba suaranya menyelusupi pendengaranku.
“ternyata kamu memang membosankan ya” bisik Keyna kecil yang hanya ku dengar sendiri, dengan tatapan kemenangan ia memegang lengan Deka dan menariknya dengan alasan rapat yang sudah ingin di mulai.
Langkah Deka semakin menjauh dari ku yang masih saja mematung tak percaya. Ku lihat punggung kokoh suamiku yang semakin hilang. Sesaat tatapan ku menjadi buram, air mataku terjatuh tanpa kata. Aku mendudukan diri di kursi yang terletak pada pojok lobi Hotel Deka. Akum sendiri bersama air mataku yg tersenyug m sendiri bersama air mata ku yang tak ingin berhenti mengalir. Aku menertawakan diriku yang sungguh menyedihkan.
Lihat dirimu Gesila, suami kamu lebih memilih wanita lain! Kamu sungguh menyedihkan! Kamu harus melepaskan suami kamu. Keyna lah pemenangnya! .Hati kecilku terus mengejek jiwa yang merapuh. Ku tundukan kepalaku, air mata tetap terjatuh dan membashi lantai. Ku genangi kesedihan dengan air mata yang saksikan kepediahku. Hari ini aku sadar, bahwa Deka memang seharusnya bukan lah milikku.
Sepeluh menit sudah aku mencoba menengkan diri di atas sova ini. Ku rogoh saku celanaku dan segera meraih hand phone. Terpikir akan mengirimi SMS untuk Deka, akan ku ungkapkan segala rasa yang sampai kini bersarang dalam benakku. Mulai ku ketikan kata demi kata yang rela menjadi wakil akan rasa yang ada.
Maaf, sungguh maaf! Seperti apa yang kamu bilang, aku memang selalu gagal untuk mengerti kamu. Aku sungguh menyesal karena aku sadar, aku yang memang tidak mampu membuat kamu nyaman tuk berada di sisiku, sehingga kamu lebih senang menghabiskan waktu dengan pekerjaanmu. Maafkan aku yang selalu mengganggu kamu, membangunkan kamu di tengah malam untuk sekedar mengobrol, menunggu kamu di depan pintu rumah yang pulang larut, menyuruh kamu menemani liburan. Maafkan aku, itu karena aku merindukan kamu!
Mungkin kamu memang tidak pernah mencintai aku sehingga kamu tega menguji tiap kesabaranku. Terkadang aku tertawa geli sendiri, jika ku ingat sejak pertama bertemu sampai hari ini aku tidak pernah mendengar kata cinta dari suamiku sendiri. Walau sering terbesit akan pikiran kamu yang menikahiku tanpa cinta, tapi aku selalu mengokohkan keyakinanku bahwa cinta akan menyusul dirimu dan dengan perlahan mencintaiku. Tapi, ternyata tidak!
Sampai hari ini saja. sampai hari ini saja kita berhenti menjalani hidup bersama. aku akan menunggu kamu di lobi ini selama sepeluh menit, kalau kamu tidak datang, maka aku yang akan pergi. Pergi dari hidup kamu.
Ku kirim SMS itu walau ku tau pasti saat ini Deka ada di tengah-tengah rapat penting. Mungkin saja Deka tidak akan membaca itu. tapi aku janji, jika Deka tidak datang, aku benar-benar akan pergi dan akan ku akui kekalahanku.
Ku lirik kembali jam tangan seperti beberapa detik yang lalu. Ku tengokan wajah ke sekitar lobi yang mungkin akan menangkap sosok Deka yang datang untukku. Setiap ada langkah kaki, aku langsung membolakan mataku untuk melihatnya berharap itu adalah Deka, dan untuk kesepuluh kalinya itu bukan Deka! Detak jam terus memutar hingga tunjukan satu menit terakhir. Dengan perasaan tak menentu ku hentakan kaki pertanda rasa cemas yang sedari tadi melanda dasar relung kesabaranku.
Tiga… dua… satu…
Detik terakhir puun berlalu tanpa kehadiran Deka. Dengan lesu aku mulai berdiri dan melangkah kan kaki menuju luar. Ku langkahkan kaki dengan sangat kecil dan lambat berharap dapat mengulur waktu tuk menjumput kedatangan Deka. Tiap dua langkah terpijak, ku tengokan lirikan ke belakang dengan asa yang masih sama. Namun sampai di depan pintu keluar hotel, Deka tidak datang! Sejenak aku menatap jauh ke belakang. Ternyata tetap nihil, aku memang harus pergi meningglkannya. Mungkin tepat di hari satu tahun pernikahan kami, itu adalah hari perpisahan kami.
Dengan sangat berat ku langkahkan kaki keluar dan tiba-tiba saja
BRRUUUUKKKKKK
Ku rasakan hangat yang menyelimuti seluruh punggungku. Kehangatan yang sedari tadi aku tunggu, kehangatan pelukan Deka yang kini merajai ketenagan jiwaku. Napas Deka masih tersenggal-senggal, sepertinya ia berlari dengan secepat mungkin untuk menahanku. Deka tetap memelukku dari belakang, ia pinggirkan kepalanya di samping bahuku hingga napas hangatnya yang tak beraturan menyentuh pipiku.
“jangan… jangan pergi” ku genggam tangan Deka yang semakin erat melinngkari pinggangku. Seluruh orang yang melintasi lobi, terus menujukan tatapan pada kami berdua. Deka membalikan tubuhku ke hadapannya. Ia menyeka air mataku yang kembali terjatuh. “aku mencintai kamu, gisela”
Senyum melukisi wajahku, ketika ku sadari untuk pertama kalinya kata cinta terucap dari bibir suamiku. Ku kira se umur hidup aku tidak akan pernah mendengarnya.
“jahat…jahat… jahat! Kenapa baru bilang sekarang” rengekku pada Deka yang hanya merintih karena pukulanku yang mengenai dada bidangnya.
“aduuhh… duhh.. duhh… dengar dulu! Sebenarnya aku malu, tapi di setiap pekerja disini tau kalau aku mencintai kamu karena aku selalu bilang aku mencintai istriku, tapi gak tau kenapa aku jadi malu kalau justru bilang ke kamu” aku tersentak mendengar perkataan Deka yang baru saja ia lontarkan. Mungkin ini lah alasannya kenapa semua pekerja di sini tidak tunjukan rasa khawatir sedikitpun akan Keyna yang selalu menempel dengan Deka. Sekarang aku paham, karena mereka semua percaya bahwa hanya aku yang Deka cintai seperti apa yang sering ia katakana pada mereka.
“malu? Sama istri sendiri malu?”
“iyah, aku benar-benar malu. Sebenarnya pertama kali kita ketemu di hotel ini, itu bukan kebetulan tapi aku emang sengaja nungguin kamu di luar dan sebenarnya ruangan kerja aku yang penuh dengan poto kamu itu sejak sebelum kita menikah. Maaf, aku yang salah, aku yang gak pernah bilang langsung sama kamu”
Aku tersenyum lalu memeluk Deka, seraya ku dalam dekapannya aku membisikan sesuatu pada Deka.
“terus tentang Keyna gimana?”
“Keyna? Lho, emang dia kenapa?” Deka mengernyikan dahinya tanda keheranan
“ukh… aku cemburu” jelasku dengan nada manja yang di balas Deka dengan ucapan halus di kening menyelusuri poniku.
“harus aku pecat?”
“hmmm…. Ga usah deh! Soalnya aku yakin dia bakal ngundurin diri sendiri hari ini”
“hah? Maksud kamu?”
“ada deh! Rahasia, hehehe” aku tertawa dengan tatapan mengejek Keyna yang ada di belakang Deka yang sedari tadi menjadi salah satu penontoh di lobi ini.
Bersama genggaman Deka, kami terus melangkahkan kaki menuju rumah kami. Hari ini Deka meninggalkan rapat pentinganya demi meraih aku. Ia mengatakan bahwa ia sadar, ia yang memang tidak mampu memungkiri aku lah yang butuhkan. Ia sadar apa yang berharga dan yang tidak, apa yang bisa di raih kembali dan yang tidak, apa yang harus di pertahan dan yang tidak.
Sesuai janjinya, mulai hari itu Deka berubah menjadi sesuai apa yang ku harapkan. Deka tidak lagi pulang larut. Sehabis senja ia sudah ada si rumah, sekali pun ada pekerjaan yang dharus di selesaikan, Deka melemburkan dirinmya di rumah, ia lebih memilih membawa semua pekerjaannya ke rumah yang di temani kopi hangat buatan istrinya. Setiap hari minggu Deka meliburkan diri. Kami selalu berolahraga bersama di tiap pagi cerah di hari libur. Deka juga jadi sering membantu ku memasak yang justru malah mengacaukan, namun aku senang, selama kami bersama pasti ada tawa yang meluksi raut kami. Kami berdua bahagia, dan ku yakin akan tetap bahagia.
Maaf, maafkan telingaku yang tak mampu mendengar kata cinta dari hatimu tanpa kamu ucapkan di bibirmu. Mulai sekarang aku akan belajar mendengarkan apa yang tidak kamu katakan, dan tetaplah biarkan hatimu yang berbisik.






Menangkan Hadiah jutaan rupiah.. Dengan bermain 8 game kami Dalam 1ID 1. Poker 2. AduQ 3. BandarQ 4. Domino QQ 5. Capsa Susun 6. Bandar Poker 7. Bandar Sakong 8 . Bandar66 info lebih lanjut , hubungi Cs Galeriqq LiveChat 24 Jam Online PIN BBM : D60A983B LINE :csgaleriqq

 Buruan Gabung dan menangkan jutaan rupiah loh
Share this article :

3 komentar:

  1. INDOPK99 AGEN POKER ONLINE DOMINO QQ DAN BANDAR CEME TERPERCAYA
    Cukup Dengan 1 USER ID Anda Sudah Bisa Bermain 6 Game Dalam Situs Kami , Dan Dengan Deposit Minimal Rp 10.000 Anda sudah bisa menjadi jutawan.
    Promo dari indopk :
    Bonus 10% New Member
    Bonus Rollingan 0.5% dibagikan setiap hari Rabu
    Bonus Refferal 10% Seumur Hidup dan Otomatis
    Kunjungi dan dapatkan hadiah menarik dari INDOPK

    Info Lebih Lanjut :
    ::. BBM : 2BA2EB3B
    ::. WA : +6282297638042
    Terima Kasih Dan Salam INDOPK :*

    BalasHapus
  2. Situs Agen Judi Terpercaya Dengan *1 user ID* Bisa Bermain Semua Taruhan Judi Online

    Dapatkan Promo & Bonus Menarik Untuk Para Member
    - Untuk Sporstbook ( UBO & SBO ) New Member 20%
    - Untuk Poker New Member 10%
    - Untuk Sportbook & Casino Casbcack Mingguan 5% dengan minimal kekalahan 500.000
    - Untuk Sportbook UBO bet Rollingan 0,3% bisa di up sampai 0,5%
    - Untuk Multiplayer Rollingan 0,5% dengan minimal TO senilai 500.000
    - Bonus Referal Seumur Hidup

    Syarat dan Ketentuan:
    -Minimal TO 5.000.000,- untuk bisa mendapatkan Bonus Rollingan up to 1%
    -Rollingan 1% Akan Diberikan Setiap Hari Senin Jam 14:00 - 17:00, Bersamaan Dengan Penghitungan Cashback, Atau Paling Lambat Hari Selasa
    -Jika Memilih/ Mengambil Promo Bonus Rollingan, Maka Tidak Dapat Mengikuti Promo Lainnya, Seperti Cashback dll, Begitupun Sebaliknya
    -Tidak Ada Pengecualian Dalam Bentuk Apapun, Untuk Peraturan Tablet Limit Casino
    -Promo Berlaku Sampai Dengan Waktu Yang Di Tentukan Oleh LigaFox, Di Persilakan untuk Selalu Follow Up Melalui Contact LigaFox

    Keuntungan Bermain di LigaFox:
    -Deposit 10 ribu saja bisa menangkan Jutaan Rupiah
    -Proses Depo & Withdraw Kurang Dari 2 Menit Saja
    -Pelayanan CS Kami Yang Ramah & Siap Melayani 24 jam Nonstop
    -Keamanan Dan Kenyamanan Bermain Sangat Terjamin
    -Kami Menyediakan 4 Bank Yaitu : BCA - MANDIRI - BNI - BRI

    Segera Bergabung Bersama Kami di LIGAFOX~XYZ

    Contact us:
    PIN BBM : D88F4218
    Whatsapp : +62 813-1338-9894
    Wechat : ligafox
    Line : ligafox
    Twitter : fox_liga
    Fanspage : @bandartaruhanonline

    #ligafox #ligafoxsport #idnsport #jadwalpertandingan #prediksipertandingan #beritabola #jadwalbola #prediksibola #livecasino #slotsgame #casinogames #taruhanbola #bettingbola #bandarbola #bandarcasino #bandarlivegame #idnlivegame #idnlive #livegame #sportsbook #agenbolaligafox

    BalasHapus
  3. Menangkan Jutaan Rupiah dan Dapatkan Jackpot Hingga Puluhan Juta Dengan Bermain di www(.)SmsQQ(.)com

    Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
    -Situs Aman dan Terpercaya.
    - Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
    - Proses Setor Dana & Tarik Dana Akan Diproses Dengan Cepat (Jika Tidak Ada Gangguan).
    - Bonus Turnover 0.3%-0.5% (Disetiap Harinya)
    - Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
    -Pelayanan Ramah dan Sopan.Customer Service Online 24 Jam.
    - 4 Bank Lokal Tersedia : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

    8 Permainan Dalam 1 ID :
    Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker - Bandar66

    Info Lebih Lanjut Hubungi Kami di :
    BBM: 2AD05265
    WA: +855968010699
    Skype: smsqqcom@gmail.com

    BalasHapus

NAMA DP & WD DAFTAR
HondaQQ
Rp 15.000
KLIK DI SINI
GaleriQQ
Rp 20.000
KLIK DI SINI
Kasir4D
Rp 10.000
KLIK DI SINI

Popular Posts

Arsip Blog

Labels

 
Support :
Created by Agen BandarQ, BandarQ, Domino 99
, Bandar Sakong
, Sakong Online
Copyright © 2013. GaleriQQ agenbandarQ Terpercaya - All Rights Reserved