Captain America

Written By Luna Maya on Rabu, 06 Juni 2018 | 06.46

By Agen bandar Q ;  The First Avenger


Setelah Iron Man (2008, 2010), Hulk (2008), dan Thor (2011), giliran Captain America menghibur
para penggemar setia komik-komik Marvel. Captain America: The First Avenger merupakan film yang sekaligus menceritakan upaya awal penyatuan superhero-superhero tersebut yang nantinya akan beraksi bersama di film The Avengers yang rencananya akan rilis tahun depan. Sebelumnya, Marvel Studios menciptakan sebuah

konsep promosi unik yang memberikan teaser mengenai film Marvel lainnya (kisah para superhero yang nantinya akan tergabung dalam komik “Domino 99) dengan menayangkan potongan adegan di bagian post-credit film Marvel yang sedang tayang. Misalnya, adegan film Thor yang muncul di post-credit Iron Man 2 dan potongan adegan The Avengers yang muncul di post-credit Thor.




Captain America: The First Avenger menceritakan kisah awal munculnya Captain America. Cerita yang dikisahkan di film ini mengalami perubahan cukup signifikan dari film dengan judul yang sama yang pernah dibuat Albert Pyun tahun 1990. Mengambil setting tahun 1942, saat Perang Dunia II sedang berlangsung, seorang pria bertubuh kurus dan pendek dengan riwayat kesehatan yang kurang bagus, Steve Rogers (Chris Evans), berusaha untuk bergabung ke militer Amerika untuk ikut berperang. Setelah mencoba berkali-kali dan tidak berhasil, Steve akhirnya berhasil lolos seleksi. Ternyata, jalan Steve di bidang militer memang disengaja. Dr. Erskine (Stanley Tucci) melihat kebaikan di hati Steve dan menunjuknya sebagai percobaan teknologi terbaru militer Amerika yang bisa mengubah tubuh seseorang dengan memanipulasi gen dan ototnya, menjadikannya “produk” manusia unggul, terbaik dari yang terbaik.


Siapakah musuh yang harus dihadapi Steve? Secara umum, tentu saja Nazi yang saat itu sedang berada di puncak kekuatan di bawah pimpinan Adolf Hitler. Untungnya, di film ini kita tidak akan menyaksikan Captain America memburu Hitler. Johann Schmidt-lah (Hugo Weaving) dalang dari semua konflik yang muncul di film ini karena ia menggunakan kekuatan kubus Odin (yang juga menjadi sumber kekuatan Odin di film Thor) untuk dirinya sendiri, menebarkan ketakutan baru di bawah panji Hydra. Dengan kekuatan kubus Odin, Schmidt menyuntikkan serum ke tubuhnya yang mengubahnya menjadi Red Skull. Peperangan antara yang baik melawan yang jahat pun dimulai.

The First Domino 99 of All
Latar belakang pembuatan film ini sebenarnya tidak berhenti di reboot mengenai kisah awal munculnya Captain America. Marvel Studios telah merencanakan untuk membuat film The Avengers sehingga menyelipkan beberapa hint di film-film Marvel lainnya yang berkaitan dengan The Avengers. Captain America: The First Avenger dianggap sebagai media yang tepat untuk mengisahkan nasib lanjutan Steve Rogers setelah misi melawan Red Skull usai. Bahkan, Samuel L. Jackson yang berperan sebagai Nick Fury pun menunjukkan batang hidungnya, membuat penonton semakin tidak sabar menunggu kehadiran film yang mengumpulkan empat superhero legendaris Marvel Comic tersebut.


Bagaimana dengan kualitas film ini? Well, di samping keputusan merilis dalam format 3D yang bahkan tidak berhasil memberikan sensasi berbeda bagi penonton, saya mengacungkan jempol atas kerja keras Joe Johnston di film ini. Pemilihan pemain yang memerankan karakter-karakter di film ini begitu sesuai. Chris Evans memerankan Steve Rogers dengan sangat otentik (pendeskripsian Steve Rogers yang terlihat lemah, bertubuh kurus, dan pendek saya anggap sangat brilian; kabarnya untuk mendapatkan gambar yang sempurna, adegan yang melibatkan Steve Rogers sebelum menjadi Captain America diambil sebanyak empat kali dengan empat teknik yang berbeda).


Saya tidak bisa membayangkan aktor lain memerankan Johann Schmidt a.k.a Red Skull sebaik Hugo Weaving. Dengan wajah dan aktingnya yang begitu berkarakter, Hugo berhasil menjadikan karakter tersebut sebagai villain sejati. Bahkan, saat telah memakai topeng Red Skull, karakter khas Hugo tetap terlihat di sana, membuat karakter Red Skull seakan melekat di dirinya. Pemain lainnya, seperti Hayley Atwell, Tommy Lee Jones, dan Stanley Tucci membawakan karakter masing-masing sesuai porsinya dengan pas, membuat film ini menjadi salah satu film berkualitas yang patut ditonton tahun ini, namun dengan satu catatan: jangan menyaksikannya dalam format 3D.

<<Baca juga cerita dewasa kami>>

Share this article :

1 komentar:

  1. Lelah Kalah Terus?
    Ayo Gabung bersama kami di ZumaQQ
    Situs Permainan Poker dan Domino Online Dengan Win Rate 99,99%
    Bonus Rollingan 0,5% dan Referal 20%
    Dan Ditemani CS Profesional yang Siap Membantu anda 24 Jam
    Untuk Info lebih lanjut kunjungi :
    Website : AGEN BANDAR Q
    BBM : ZumaQQ
    WA : +855964459461

    Link Alternatif ZumaQQ :
    http://zumqq.net
    http://zumqq.org

    BalasHapus

NAMA DP & WD DAFTAR
HondaQQ
Rp 15.000
KLIK DI SINI
GaleriQQ
Rp 20.000
KLIK DI SINI
Kasir4D
Rp 10.000
KLIK DI SINI

Popular Posts

Arsip Blog

Labels

 
Support :
Created by Agen BandarQ, BandarQ, Domino 99
, Bandar Sakong
, Sakong Online
Copyright © 2013. GaleriQQ agenbandarQ Terpercaya - All Rights Reserved