Home » , , , , , , , , , , » Kasus Guru Repinna Marpaung Paksa Murid SD Jilat WC Berakhir Damai

Kasus Guru Repinna Marpaung Paksa Murid SD Jilat WC Berakhir Damai

Written By Luna Maya on Jumat, 16 Maret 2018 | 20.32


GaleriQQ - Repinna Marpaung atau RM (56), seorang guru wanita di SD Negeri 104302 Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dilaporkan menghukum siswanya, beberapa siswa kelas IV dengan cara yang tidak mendidik yakni menjilati WC atau toilet sekolah lantaran mereka yang tak mematuhi perintahnya yakni membawa tanah kompos untuk dijadikan taman bunga sekolah.

Peristiwa itu terjadi saat jam sekolah berlangsung, Jumat 9 Maret 2018 lalu. Salah seorang korbannya adalah MBP (10). Karena MBP tak membawa tugas, sang guru marah kemudian menyuruh MBP untuk menjilat WC hingga 12 kali. Namun MBP tak sanggup dan hanya mampu menjalankan perintah sang guru sebanyak 4 kali, dan langsung muntah.

Kejadian itu didengar oleh orang tua MBP dan melaporkan peristiwanya kepada pihak sekolah.

“Saya baru tahu kemarin dari teman anak saya. Anak saya disuruh menjilat WC sebanyak 12 kali hanya karena tidak bawa tanah humus yang disuruh gurunya. Kami kecewa sekali, marah, sakit hati, campur aduklah semua. Ini sangat tidak pantas. Kami ingin gurunya itu dihukum,” jelas SH, ibu dari MBP, Rabu (14/3/2018), dilansir beritakepo.com dari Okezone. 

SH sebenarnya tak keberatan jika anaknya diberikan hukuman oleh guru di sekolah, selagi hukuman yang diberikan bertujuan untuk mendidik sang anak. Bukan untuk tujuan menyakiti, apalagi tergolong hukuman yang tidak berprikemanusiaan.

“Kalau memang mau dihukum, apa nggak ada hukuman lain? Kalau disuruh cuci WC, disetrap saya terima. Tapi ini kan sudah keterlaluan, nggak berperikemanusiaan,” tegasnya. 


Akhirnya kasus ini berakhir damai. RM dan orang tua korban sepakat berdamai setelah dipertemukan dalam forum mediasi dengan Komite Sekolah SD Negeri Desa Cempedak Lobang di Kecamatan Sei Rampah. Disaksikan Kepala Sekolah, Nurmide Pakpahan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Joni Walker Manik, membenarkan kabar perdamaian itu. Kedua pihak bahkan membuat pernyataan yang menyepakati kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Joni mengaku bersyukur atas hasil mediasi itu tetapi dia menegaskan bahwa perdamaian tak membatalkan sanksi kepada RM. Si oknum guru tetap disanksi dengan dipindahtugaskan (dimutasi) ke tempat lain, sementara Dinas masih mengkaji hukuman lain yang tepat.


 
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

NAMA DP & WD DAFTAR
HondaQQ
Rp 15.000
KLIK DI SINI
GaleriQQ
Rp 20.000
KLIK DI SINI
Kasir4D
Rp 10.000
KLIK DI SINI

Popular Posts

Arsip Blog

Labels

 
Support :
Created by Agen BandarQ, BandarQ, Domino 99
, Bandar Sakong
, Sakong Online
Copyright © 2013. GaleriQQ agenbandarQ Terpercaya - All Rights Reserved