Home » , , , , , , , , , , » Terungkap! Penyebab Siswi SMP Tewas Usai Bercinta Tiga Ronde

Terungkap! Penyebab Siswi SMP Tewas Usai Bercinta Tiga Ronde

Written By Luna Maya on Jumat, 26 Januari 2018 | 10.49


GaleriQQ-Siswi salah satu SMP berinisial LGDS (14) di Tabanan tewas akibat ditiduri oleh GW—seorang buruh asal Seririt, Buleleng. Korban yang berasal dari Selemadeg itu diduga tewas akibat bekapan yang terlalu keras saat percintaan untuk yang ketigakalinya (ronde ketiga) dalam selang waktu satu jam pada Minggu (21/01/2018).

Melansir laporan JawaPos.com, Rabu (24/01/2018), jenazah LGDS yang baru berusia 14 tahun tersebut tiba di RSU Sanglah Bagian Forensik pada Minggu (21/01/2018) malam sekitar pukul 23.00 WITA. Ada pun untuk pemeriksaan luar jenazah baru dilakukan pada Senin (22/01/2018) sekitar pukul 08.30 WITA.

Akibat Dibekap*

Dudut Rustiadi selaku Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah menyampaikan bahwa dari pemeriksaan luar yang dilakukannya, korban diduga meninggal akibat dibekap. Dugaan tersebut dikuatkan dengan ciri-ciri mati lemas karena kekurangan oksigen.

“Kami telah melaksanakan otopsi atas permintaan dari Polres Tabanan. Dari pemeriksaan luar, kami temukan ada beberapa luka yaitu luka lecet dan memar pada daerah bibir, leher, dada dan di paha bagian kanan kiri,” urainya.


Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa alat kelamin korban mengeluarkan darah. Namun pihaknya enggan membeberkan detail menyoal kondisi pendarahan dan sebabnya.

“Kami tahu lukanya dimana dan sebabnya, tapi kami sampaikan pendarahan gitu aja ya. Karena saya ndak boleh menyampaikan terlalu spesifik dimana pendarahannya. Karena itu terlalu sensitif jika harus disebutkan sumber pendarahannya. Pokoknya keluar darah dari kelaminnya,” ungkapnya kepada wartawan, mengutip reportase Bali Express (Jawa Pos Group).

Kekurangan Oksigen*

GaleriQQ-Ia melanjutkan, berdasarkan hasil otopsi yang dilakukannya, dugaan kuat sementara ini adalah korban meninggal karena kekurangan oksigen.

“Kalau penyebab kematiannya, dari pemeriksaan luar kami temukan kekurangan oksigen berupa warna kebiruan pada bibir dan kuku. Dan dari organ dalamnya ada titik-titik pendarahan dan pelebaran pembuluh darah. Artinya, orang ini mati karena mati lemas. Dari otopsinya seperti itu,” imbuhnya.

Dugaan penyebab kekurangan oksigen tersebut ditelaah karena kemungkinan korban sempat dibekap oleh kekasihnya saat sedang berhubungan intim. Hal tersebut juga dikuatkan dengan ditemukannya luka lecet dan memar pada bibir.

“Dugaannya, kami curigai ya mungkin karena dibekap itu. Karena ada lecet dan memar di bibir. Lalu berupa penekanan di pipi, bibir dan leher. Namanya luka lecet dan memar itu namanya akibat kekerasan tumpul. Dugaannya seperti itu kemungkinan seperti itu,” bebernya.

Uji Toksikologi*

Guna mengetahui sebab pastinya kematian korban, kini dilakukan uji toksikologi yang memakan waktu sekitar 2 minggu. Uji ini dilakukan untuk mengetahui adanya kemungkinan penggunaan zat-zat tertentu.

“Memang penyebab pastinya masih kami periksa toksikologi. Untuk mengetahui apakah ada zat-zat mungkin yang dipakai. Dengan mengambil sampel darah, urin, isi empedu lambung dan hati. Karena patut kami curigai, korban kan masih kecil, kok mau diajak begituan, kan beda kasusnya dengan orang dewasa. Siapa tahu diperdaya dengan obat,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga masih mendalami ada tidaknya sperma di alat kelamin korban untuk memastikan adanya persetubuhan.

“Persetubuhan kami belum bisa menentukan ya. Kami masih ambil sampel juga untuk mencari adanya spermatozoa,” sebutnya.

Menjawab pertanyaan tim jurnalis terkait kemungkinan lain penyebab kematian korban, pihaknya hanya kembali menegaskan kecurigaannya kuat bahwa korban tewas akibat dibekap.

“Korban tidak sedang hamil. Sementara apakah korban memiliki riwayat penyakit jantung juga belum bisa kami tentukan. Lalu adanya cupangan juga bukan penyebab kematian korban. Karena memang ada bekas cupangan di bagian dada dan p*ayudaranya,” jawabnya.

Hingga berita ini dimuat, Bagian Forensik tengah mempersiapkan berkas-berkas pemeriksaan toksikologi dan penganbilan sampel dari jasad korban untuk dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar, seraya menunggu surat penyerahan dari pihak Kepolisian Polres Tabanan untuk uji tersebut.

Dari informasi yang didapatkan, peristiwa mengejutkan ini terjadi di Tabanan. Seorang siswi SMP meninggal usai berhubungan intim dengan pacarnya, Minggu (21/01/2018). Jenazah siswi asal Selemadeg yang berinisial LGDS (14), ini pun dibawa ke RS Sanglah untuk diotopsi. Sedangkan pacar korban, GW (25), asal Seririt, Buleleng, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pada hari Minggu (21/01/2018) sejoli yang tengah dimabuk cinta ini bertemu di Air Terjun Singsing Angin yang berlokasi di Desa Apit Yeh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, sekitar pukul 13.00. selanjutnya, GW mengajak korban pergi ke kos salah seorang saudaranya yang berinisial KG di Jalan Debes Gang IV Nomor C7, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan.

Sebelumnya dua sejoli ini kenalan melalui BBM sejak 29 Desember 2017 lalu, dan menjalin hubungan pacaran. Keduanya pun beberapa kali ketemuan dan melakukan hubungan badan.

Sesampainya di kos, mereka mengobrol dan menonton TV kemudian berlanjut dengan berhubungan badan sebanyak tiga kali. Saat berhubungan badan untuk kedua kalinya, GW mengakui kelamin korban mengeluarkan darah. Setelah selesai bercinta, GW pun pergi ke kamar mandi.

Dilarikan ke RS*

Namun sekembalinya dari kamar mandi, GW menyaksikan sang kekasih sudah tak sadarkan diri. Menurut saksi yang merupakan tetangga kos GW, sebelum GW memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit, ia sempat meminta minyak telon kepada tetangga kosnya untuk membangunkan korban. Tapi karena tak mempan, korban pun dilarikan ke UGD BRSU Tabanan sekitar pukul 15.30. Demikian seperti dikutip dari reportase Medan.TribunNews.com.

Sayang, saat tiba di UGD BRSU Tabanan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Kepala Bidang Pelayanan Medik BRSU Tabanan, dr. Gede Sudiarta mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hanya saja memang dari kelamin korban mengeluarkan darah berwarna merah kegelapan.

Selanjutnya juga ditemukan lecet kecil pada bibir ukuran 0,2 mm serta 4 tanda seperti ‘cupangan’ pada dada kanan dan kiri korban.

“Menurut pacarnya ya mereka sehabis melakukan hubungan badan, dan tidak sadarkan diri sekitar 1 jam sebelum dibawa ke UGD BRSU Tabanan,” ungkapnya Senin (22/01/2018).

Setelah mendapatkan informasi, keluarga korban pun mulai berdatangan ke BRSU Tabanan. Mereka nampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat melihat korban terbujur kaku di ruang jenazah BRSU Tabanan. Namun tak satupun dari keluarga korban mau berkomentar.


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

NAMA DP & WD DAFTAR
HondaQQ
Rp 15.000
KLIK DI SINI
GaleriQQ
Rp 20.000
KLIK DI SINI
Kasir4D
Rp 10.000
KLIK DI SINI

Popular Posts

Arsip Blog

Labels

 
Support :
Created by Agen BandarQ, BandarQ, Domino 99
, Bandar Sakong
, Sakong Online
Copyright © 2013. GaleriQQ agenbandarQ Terpercaya - All Rights Reserved